Pekat malam menyesakkan dada
Menghimpit jiwa
Terasa kosong
Bagai langit tanpa bintang
Bagai malam tanpa rembulan
Aku salah!
Saat berkata aku sendiri
Dia ada dalam setiap hela nafas
Mudah saja kita lupa
Khilaf itu membinasakanku
Memijak waras akalku
Sehingga pada satu ketika
Hampir karam di lautan dalam
Belum lagi sampai ke destinasi
Aku percaya
Sukar itu mudah
Pahit itu manis
Ujian itu rahmat
Lihat dengan mata hati
Pasti aku akan mengerti
ALLAH...
Tidak cukupkah hanya Dia?
Tidak cukupkah hanya Dia?
Aku sebenarnya tidak sendiri
Dia Maha Pengasih
Dia Maha Penyayang
Dia tidak pernah sesekali
Memalingkan wajahNya
Menjauhkan diri dariku
Dia selalu ada bersama
Aku tahu sesungguhnya
Aku tidak pernah sendiri.....

No comments:
Post a Comment